Daftar Istilah Dalam Dunia Hukum Lengkap dari H-L

Daftar Istilah Dalam Dunia Hukum Lengkap dari H-L
Daftar Istilah Dalam Dunia Hukum Lengkap dari H-L
Daftar Istilah Dalam Dunia Hukum Lengkap dari H-L
Daftar Istilah Dalam Dunia Hukum Lengkap dari H-L - Melanjutkan dari daftar istilah dalam dunia hukum sebelumnya, berikut ini yaitu daftar istilah dalam dunia hukum pecahan ke-3 dari aksara H-L.

Daftar Istilah Dalam Dunia Hukum Lengkap dari H-L


  • Hakim ad hoc: Dalam rangka mengusut dan mengadili kasus korupsi, disamping hakim karir, diangkat juga (non karir) yang khusus mengusut dan mengadili kasus korupsi dan tidak untuk melaksanakan kiprah hakim karir yang lainnya. Hakim ad hoc diangkat dalam rangka pengadilan TIPIKOR
  • Harta Bersama: Harta benda yang diperoleh selama perkawinan
  • Harta gono-gini: Harta bersama
  • Hibah: Pemberian suatu barang secara cuma-cuma dan tidak sanggup ditarik kembali dari seseorang yang diberikan semasa ia hidup
  • Hukum Acara: Hukum wacana prosedur, panduan, dan tata cara dalam suatu proses persidangan di Pengadilan
  • Hukum Administrasi: Hukum yang mengatur praktek penyelenggaraan pemerintahan, atau manajemen negara di tingkat sentra dan daerah. Juga meliputi aturan mengenai tubuh masyarakat (publik) dalam menjalankan fungsi pelayanan publik
  • Hukum Perburuhan/Ketenagakerjaan: Hukum yang mengatur mengenai hubungan antara pekerja dan pemberi kerja
  • Hukum Tata Negara: Hukum yang mengatur aturan pokok Negara dan organisasi Negara beserta lembaga-lembaganya
  • Hukum Waris: Hukum yang mengatur wacana pemindahan hak pemilikan harta peninggalan pewaris, memilih siapa-siapa yang berhak menjadi hebat waris dan berapa bagiannya masing-masing
  • Ideologi: Cara memandang segala sesuatu
  • Imparsial: Tidak memihak, netral
  • Ius consitutum (Latin): Hukum yang sedang diberlakukan kini (hukum positif)
  • Ius constituendum (latin): Hukum yang akan diberlakukan
  • Jaminan Fidusia: Hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak sanggup dibebani hak tanggungan yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu yang memperlihatkan kedudukan yang diutamakan kepada akseptor fidusia terhadap kreditur lainnya
  • Jaminan kecelakaan kerja: Jaminan sosial yang diberikan kepada buruh yang mengalami kecelakaan dikala mulai berangkat hingga datang kembali di rumah dalam rangka melaksanakan hubungan kerja. Penyakit yang timbul akhir melaksanakan pekerjaan termasuk dalam jaminan kecelakaan kerja
  • Jaminan Kredit: Penyerahan kekayaan atau pernyataan kesanggupan seseorang untuk menanggung pembayaran kembali suatu utang
  • Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek): Perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian, dan penghasilan yang hilang, atau berkurang dan pelayanan, sebagai akhir insiden atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja, sakit, hamil, bersalin, hari tua, dan meninggal dunia
  • Jawaban: Tanggapan tergugat (dalam kasus perdata) atau terdakwa (dalam kasus pidana) terhadap somasi penggugat atau dakwaan penuntut umum
  • Judex facti (latin): Hakim yang mengusut wacana duduknya perkara, khusus dimaksudkan hakim tingkat pertama dan hakim banding.
  • Judicial Review: Upaya pengujian oleh forum peradilan terhadap produk aturan yang dkeluarkan oleh tubuh legislatif, eksekutif, ataupun yudikatif
  • Kasasi: Suatu alat aturan yang merupakan wewenang dari Mahkamah Agung untuk mengusut kembali putusan-putusan dari pengadilan-pengadilan terdahulu dan ini merupakan pengadilan terakhir
  • Keimigrasian: Hal ikhwal kemudian lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Negara Republik Indonesia dan pengawasan orang absurd di wilayah Republik Indonesia
  • Kejahatan (misdriff, belanda): Tindak pidana yang tergolong berat lebih berat dari sekedar pelanggaran, perbuatan yang sangat anti sosial yang oleh negara dengan sadar menjatuhkan eksekusi kepada pelakunya; perbuatan jahat; sifat yang jahat.
  • Kekerasan Dalam Rumah Tangga: Setiap perbuatan dalam lingkup rumah tangga terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, dan psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk bahaya untuk melaksanakan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum
  • Kekuatan Eksekutorial: Kekuatan yang melaksanakan putusan pengadilan pada sertifikat otentik yang di kepala sertifikat tertulis: Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” mempunyai kekuatan eksekutorial ibarat suatu putusan hakim yang mempunyai kekuatan aturan yang tetap
  • Keputusan Tata Usaha Negara: Penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Negara/Pemerintah yang berisi tindakan aturan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang bersifat konkrit, individual, dan final yang artinya Keputusan itu sanggup ditentukan wujudnya, tidak ditujukan untuk umum, dan sudah niscaya atau secara definitive
  • Keterangan Ahli: Keterangan yang diberikan oleh seseorang yang sebab pendidikannya dan atau pengalamannya mempunyai keahlian atau pengetahuan mendalam terhadap suatu bidang
  • Keterangan Saksi: Keterangan yang diberikan oleh seseorang dalam persidangan wacana sesuatu insiden atau keadaan yang didengar, dilihat, dan atau dialaminya sendiri
  • Keterangan Terdakwa: Keterangan yang terdakwa nyatakan di sidang wacana perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri
  • Klausul Eksemsi: Klausul dalam perjanjian yang mengecualikan pihak dalam perjanjian bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi
  • Kodifikasi hukum: Suatu langkah pengkitaban aturan atau penulisan aturan ke dalam suatu kitab UU yg dilakukan secara resmi oleh pemerintah, teladan KUHPidana, KUHAP, KUHPerdata, KUHD
  • Komparisi: Bagian dari suatu sertifikat yang memuat keterangan wacana orang/pihak yang bertindak mengadakan perbuatan hukum
  • Kompensasi: Ganti kerugian yang diberikan oleh Negara kepada korban pelanggaran berat HAM atau keluarga korban yang merupakan hebat warisnya sesuai dengan kemampuan uang Negara untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk perawatan kesehatan fisik dan mental
  • Kompetensi Absolut: Wewenang pengadilan untuk mengusut suatu kasus menurut lingkungan peradilan yang bersangkutan yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer
  • Kompetensi Relatif: Wewenang pengadilan yang berada dalam suatu lingkungan peradilan yang sama tetapi berbeda wilayah hukumnya, contohnya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pengadilan Tinggi Jawa Barat
  • Kompetensi: Cakupan dan batasan dari wewenang Pengadilan untuk memutus suatu perkara
  • Kompilasi: Himpunan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan bidang-bidang hokum tertentu
  • Konsiliasi: Penyelesaian perselisihan kepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja, atau perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh hanya dalam satu perusahaan melalui suatu musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih konsiliator yang netral
  • Konstitusi: Undang-Undang Dasar. Bila tertulis ibarat di Indonesia (UUD 1945) ataupun tidak tertulis ibarat di Inggris
  • Konstitusional: Sesuai dengan konstitusi
  • Korupsi: Penyalahgunaan jabatan atau kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri
  • Kredit: Penyediaan uang atau tagihan yang sanggup dipersamakan dengan itu, menurut persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yeng mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya sehabis jangka waktu tertentu dengan tunjangan bunga
  • Kreditur: Individu maupun tubuh aturan yang mempunyai tagihan atau piutang terhadap debitur
  • Kuasa Hukum: Pengacara yang diberi kuasa oleh kliennya untuk melaksanakan tindakan aturan atas nama klienya
  • Kuasa: Kemampuan atau kesanggupan seseorang untuk melaksanakan sesuatu
  • Kudeta (Coup d’etat, Perancis): Perebutan kekuasaan pemerintahan. Biasanya pemberontakan atau pihak militer yang banyak melaksanakan perebutan kekuasaan atas pemerintah yang sah atau berkuasa. pada ketika itu
  • Laporan: Pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang sebab hak dan kewajiban menurut undang-undang kepada pejabat yang berwenang wacana telah atau sedang atau diduga akan terjadinya insiden pidana
  • Leasing: Suatu kegiatan pembiayaan lewat penyediaan barang-barang modal untuk dipakai oleh suatu perusahaan (debitur atau lessee) untuk suatu jangka waktu tertentu, menurut pembayaran secara terpola yang disertai atau tanpa disertai dengan hak pilih (hak opsi) dari perusahaan (debitur atau lessee) untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan di final masa leasing atau memperpanjang jangka waktu leasing tersebut menurut nilai sisa yang disepakati bersama
  • Legal Standing: Hak gugat organisasi
  • Legalisasi: Pengesahan, keterangan kebenaran
  • Legislasi: Proses pembuatan Undang-Undang di Indonesia terdiri dari perencanaan, pengajuan RUU ke DPR, pembahasan di DPR, persetujuan antara dewan perwakilan rakyat dengan Presiden, pengukuhan oleh DPR, serta pengundangan dan pengumuman oleh Pemerintah
  • Legislatif: Kekuasaan untuk membentuk dan menetapkan undang-undang
  • Lembaga Arbitrase: Badan yang dipilih oleh para pihak yang bersengketa untuk memperlihatkan putusan mengenai sengketa tertentu, forum tersebut juga sanggup memperlihatkan pendapat yang mengikat mengenai suatu hubungan aturan tertentu dalam hal belum timbul sengketa
  • Lessee: Yang menyewa barang modal
  • Lessor: Yang menyewakan barang modal
  • Limitatif: Terbatas
  • Locus delicti: Tempat terjadinya kejahatan
Itulah segelintir istilah aturan dari aksara H hingga L. Masih terdapat aneka macam istilah aturan yang ada di dunia ini, hanya saja mungkin belum terekspose secara luas. Jika anda tahu, anda sanggup memberitahukannya lewat kolom komentar dibawah ini. Semoga pembaca mendapat manfaat dan wawasan yang luas.

Artikel Menarik Lainnya :

Jika Sobat merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Sobat dapat membantu perkembangan blog ini berupa donasi via Paypal yang nantinya dapat digunakan untuk memperpanjang domain www.b38.web.id - Terima kasih.
Buka Komentar