150++ Istilah Dalam Dunia Musik Lengkap Dengan Artinya

150++ Istilah Dalam Dunia Musik Lengkap Dengan Artinya
150++ Istilah Dalam Dunia Musik Lengkap Dengan Artinya
Istilah Dalam Musik
150++ Istilah Dalam Dunia Musik Lengkap Dengan Artinya - Bicara soal istilah dalam musik, niscaya anda merasa bahwa musik hanya berkaitan dengan bunyi, nada, melodi, dan semacamnya saja. Sebenarnya ada banyak sekali istilah-istilah dalam musik yang perlu juga anda ketahui untuk memperluas wawasan. Seperti contohnya pada kata amplifier, ketika anda ingin menyampaikan bahwa bunyi yang dihasilkan dari sebuah alat musik elektrik terdengar sengau, maka anda sanggup bilang:

"Wah, itu amplifier-nya agak bindeng-bindeng gimana gitu"

Nah, masih ada banyak sekali istilah-istilah dalam musik yang sanggup menciptakan anda berwawasan dari segi bahasa maupun pengetahuan umum. Langsung saja simak sekitar 150+ istilah dibawah ini yang kami sajikan dari banyak sekali sumber, termasuk KBBI, namun sudah kami kemas dengan singkat dan sempurna sasaran.

150++ Istilah Dalam Musik:


Istilah umum dan khusus:
  • Acapella: musik vokal tanpa diiringi oleh instrument
  • Accent: penekanan pada not
  • Al Fine: sampai akhir
  • Alto: suara rendah perempuan
  • Avant-garde: cara bermusik yang tidak konvensional (umum)
  • Ballad: lagu yang berirama lambat seakan–akan bercerita
  • Baritone: pertengahan bunyi antara tenor dan bass pada vokal pria/alat musik
  • Bass: suara terendah dari vokal laki-laki atau nada terendah pada musik
  • Beat: ketukan teratur sebagai pedoman meter, ritme, dan tempo
  • Birama: ketukan yang berulang – ulang
  • Bridge: bagian transisi antara dua tema musik
  • Chord: harmonisasi tiga nada atau lebih
  • Chromatic: susunan/penggunaan melodik atau harmonik dari 12 nada
  • Coda: bagian epilog dari musik
  • Crescendo: suara menjadi keras secara bertahap
  • Decrescendo: suara menjadi lembut secara bertahap
  • Diatonik: nada yang terdiri dari tujuh tangga nada
  • Double-stop: dua nada di bunyikan serempak pada instrument string
  • Downbeat: ketukan pertama pada bar
  • Duet/Duo : komposisi yang menampilkan dua pemain
  • Duplet: tiga ketuk dibagi dua dengan nilai tempo yang sama
  • Dynamic: berkenaan dengan volume dan kelembutan
  • Finale: tema penutup
  • Fine (Ending): akhir dari komposisi
  • Forte: dimainkan secara keras
  • Fortissimo: dimainkan secara sangat keras
  • Glissando (Gliss): memainkan nada pada piano dengan kecepatan tinggi
  • Gracioco: berekspresi dengan indah
  • Half-step: jarak interval setengah nada
  • Harmoni: perpaduan bunyi yang selaras
  • Horn Section (Brass Section): kelompok pemain alat tiup pada band
  • Interval: jarak antara dua nada
  • Jam Session: bermain musik dalam kelompok secara informal/tidak resmi
  • Laidback: bermain sedikit diperlambat
  • Largo: dengan sangat lambat
  • Lento: dimainkan dengan pelan dan berhubungan
  • Maestoso: berekspresi dengan khidmat
  • Markato: berekspresi dengan tekanan
  • Melodi: rangkaian nada–nada yang tinggi rendahnya teratur
  • Metronom: alat yang membunyikan jumlah ketukan per-menit
  • Mezza De Voice: suara menjadi keras kemudian menjadi lembut kembali
  • Mezzo Forte: dimainkan secara agak keras
  • Microtone: jarak lebih kecil dari setengah nada (half-step)
  • Moderato: dimainkan dengan kecepatan sedang
  • Modulasi: perubahan dari satu dasar nada ke dasar nada yang lain dengan melepaskan dasar nada pertama secara mutlak
  • Motif: melodi singkat yang sangat khas
  • Natural: kembali ke asal/semula.
  • Not: simbol tertulis untuk nada
  • Octave: interval ke delapan dari nada diatonis
  • Part: Merupakan penggalan dari komposisi musik atau penggalan dari sebuah instrument tertentu
  • Pentatonik: nada yang terdiri dari lima tangga nada
  • Phrase: melodi singkat yang terbentuk dari beberapa motif
  • Pitch: tinggi rendahnya nada atau suara
  • Polce: berekspresi dengan manis
  • Presto: lebih cepat dari Allegro
  • Quarduplet: ketukan yang di bagi empat ketuk
  • Quartet: kelompok empat pemain
  • Quintet: kelompok lima pemain
  • Quintuplet: ketukan yang dibagi dengan lima ketuk
  • Refrain: bagian dari komposisi lagu yang di ulang beberapa kali
  • Rest: tanda istirahat, semua instrument musik tidak dimainkan
  • Rhythm/ritme/irama: berhubungan dengan ketukan tempo, ketukan yang menyatakan penjiwaan lagu.
  • Rhythm Sections: kelompok instrument yang merupakan penggalan dari band
  • Riff: phrasing pendek yang di ulang-ulang.
  • Ritardando: kecepatan yang diperlambat secara bertahap
  • Root: nada dasar chord
  • Rubato: teknik memainkan melodi tanpa mematuhi nilai nada-nada
  • Rushing: tempo permainan yang terburu-buru dan mendahului
  • Scat-singing: vokal dengan memakai kata-kata yang tidak bermakna
  • Score: notasi musik yang memainkan aransemen musik secara keseluruhan (full score)
  • Semi-tone (Mikro Tone): frekuensi diantara interval half-step
  • Septet: kelompok tujuh pemain
  • Septuplet: ketukan yang dibagi tujuh ketuk.
  • Sharp: tanda untuk naik ½ nada
  • Shuffle: gabungan irama rock dengan swing
  • Slide (Bending Note): nada yang dibelokan atau bergeser
  • Slowly: dimainkan dengan kecepatan lambat
  • Solo: komposisi untuk seorang pemain, sendiri atau diiringi
  • Soprano: vokal perempuan atau sebutan bagi alat musik dengan wilayah tinggi
  • Standard: jenis lagu-lagu yang terpopuler di kalangan musik Jazz
  • Stave: 5 garis paralel pada partitur
  • Subdominant: nada keempat pada nada diatonis
  • Submediant: nada keenam pada nada diatonis
  • Supertonic: nada kedua pada nada diatonis
  • Suspension: non-chordal tone yang ditahan dari nada sebelumnya
  • Tempo: kecepatan ketukan
  • Tenor: suara tertinggi pada vokal pria
  • Tetrachord: hubungan/urutan empat nada konsekutif (tersusun) dari dua nada
  • Timbre: kualitas atau warna suara/nada
  • Tonality: menyatakan bunyi atau warna suara
  • Tone: bunyi nada.
  • Tonging: pengaturan posisi pengecap pada alat musik tiup
  • Touch: gaya sentuh pemain, khususnya untuk keyboard/instrument ber-senar
  • Transcription: musik yang tertulis atau disebut juga sheet musik
  • Transposition: menulis kembali atau memainkan musik dengan mengubah tingkat nadanya
  • Tremolo: teknik memainkan perulangan nada dengan sangat cepat
  • Triad: chord dengan tiga nada
  • Trio: kelompok yang terdiri dari tiga pemain
  • Triplet: 1 ketuk/ketukan genap yang dibagi tiga dengan nilai yang sama rata
  • Tune: lagu/melodi yang terdengar serasi atau selaras
  • Tuner: alat untuk menyelaraskan nada
  • Tunning Fork (Garpu Tala): alat berbentuk aksara ‘U’ untuk menimbang nada
  • Tuplet: pembagian ketukan
  • Tutti: semua pemain memainkan hal yang sama
  • Unisono: nada yang sama dimainkan oleh dua pemain atau lebih
  • Upright Piano: jenis piano dengan senar-senar terentangkan bangun tegak
  • Vibrato: nada yang bergetar/teknik menggetarkan nada
  • Waltz: ketukan tiga perempat
  • Zelosamente: dengan penuh semangat
  • Zeloso: dengan semangat
  • Zitternd: bergetar
  • Amplifier: alat elektronik yang sanggup menghasilkan sound (suara)
  • Aransemen: menyusun komposisi musik
  • Band: grup musik yang terdiri dari vokal, gitar, bass, drum, piano, dll
  • Distortion: efek sound yang menghasilkan bunyi yang pecah dan panjang
  • Feel: menggunakan perasaan dikala bermain musik
  • Fingerboard: fret-fret pada gitar
  • Fingerstyle: gaya permainan gitar dengan memakai petikan jari
  • Frekuensi: getaran gelombang per detik
  • Fret: leher pada gitar atau alat musik sejenisnya
  • Genre: aliran-aliran musik
  • Groove: musik yang mempunyai ritem dan beat yang menghentak
  • Homofonik: terdapat nada-nada yang berpasangan
  • Instinct: naluri (kepekaan respon) bermusik
  • Instrument: alat musik yang dimainkan
  • Interlude: selingan melodi atau improvisasi didalam lagu/musik
  • Intro: permulaan lagu/musik
  • Jam: improvisasi spontan
  • Master (Maestro): pakar musik; orang yang mahir dalam bermusik
  • Melodious: musik yang banyak menonjolkan unsur melodi
  • Monofonik: nada tunggal (single note)
  • Mood: suasana hati dikala bermain musik
  • Nada: tinggi rendahnya bunyi
  • Picking: teknik memetik gitar dengan pick (klaper)
  • Plucking: tehnik petikan gitar
  • Polifonik: terdapat banyak nada yang dibunyikan
  • Repeat and Fade: penutup lagu/musik yang terus dimainkan tanpa selesai yang terikat.
  • Repeat: pengulangan yang sama dengan bunyi birama sebelumnya
  • Simfoni: musik yang ditulis untuk orkes lengkap, biasanya terdiri empat bagian.
  • Soul: penjiwaan lagu/musik
  • Sound: karakter bunyi yang dikeluarkan oleh instrumen musik atau vokal
  • String: senar gitar dari materi baja (senar kawat)
  • Timing: teknik memainkan nada pada hitungan beat (ketukan)
  • Tuts: tombol pada piano atau instrumen sejenisnya
  • Volume: tingkat (level) keras tidaknya bunyi yang dibunyikan

Istilah Alat Musik (Instrument)

Alat Musik Tiup:
  • Bason/fagot: alat musik tiup terbuat dari kayu dan mempunyai panjang sekitar 2,5 meter.
  • Harmonika: alat musik tiup yang cara memainkannya dengan meniup dan menghisap lubang.
  • Horn: dikenal juga sebagai French Horn, ialah alat musik tiup logam yang kerap dimainkan dalam sebuah marching band.
  • Klarinet: alat musik tiup terbuat dari kayu (woodwind) berbentuk batangan memanjang.
  • Pianika/melodika: alat musik yang cara memainkannya dengan meniup dan menekan pada papan keyboard.
  • Recorder: alat musik tiup menyerupai suling terbuat dari plastik. Di Indonesia banyak terdapat recorder dan sering dijadikan alat musik dalam pembelajaran di sekolah menengah pertama.
  • Saksofon: alat musik tiup berjenis logam dan bentuknya membentuk aksara ‘U’.
  • Seruling/suling: alat musik tiup terbuat dari bambu atau kayu. Adapun suling modern terbuat dari perak, emas ataupun perpaduannya.
  • Terompet: alat musik tiup berjenis logam dan hanya mempunyai tiga tombol disertai teknik embouchure untuk menghasilkan nada yang berbeda.
  • Tuba: alat musik tiup berjenis logam menyerupai mirip saksofon dan terompet.
Alat Musik Gesek:
  • Biola: alat musik gesek yang mempunyai empat utas dawai dan digesek dengan alat semacam busur. Biola lebih kecil dari cello dan kontra bass, dan dimainkan dengan cara diapit diatas dagu dan dibentangkan diatas lengan sembari menggesek busur pada senar.
  • Cello: mirip dengan biola, kadang disebut sebagai violoncello, namun mempunyai ukuran yang lebih besar dari biola dan lebih kecil dari kontra bass.
  • Kontra Bas: alat musik gesek menyerupai cello dan biola namun lebih besar dan merupakan alat musik bass bersenar pertama muncul di dunia.
  • Rebab: alat musik gesek tradisional dengan jumlah dua atau tiga utas dawai logam.
Alat Musik Petik
  • Banjo: alat musik petik dengan empat senar.
  • Bas: alat musik petik namun menghasilkan nada berjenis bunyi bass (suara terendah penyanyi pria).
  • Gitar: alat musik petik bersenar lima.
  • Harpa: alat musik petik besar bersenar banyak dan badan dari harpa biasanya berbentuk segitiga.
  • Mandolin: alat musik petik tradisional yang dimainkan menyerupai biola namun dengan cara memetik dawai.
  • Sasando: alat musik dawai berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.
  • Siter: alat musik petik tradisional bersenar 11 hingga 13 yang masuk dalam kelompok gamelan.
  • Ukulele: alat musik petik menyerupai gitar dan berukuran kecil sekitar 20 inci. Di Indonesia sering disebut sebagai kencrung dan kerap dijadikan instrumen musik keroncong.
Alat Musik Tekan
  • Keyboard: alat musik tekan sama menyerupai piano dan organ namun mempunyai ukuran yang lebih portabel. Hasil bunyi yang dihasilkan keyboard sanggup menyerupai terompet, suling, gitar, dan beberapa instrumen lainnya.
  • Organ: alat musik yang dimainkan dengan cara yang sama menyerupai piano yaitu ditekan.
  • Piano: alat musik berukuran besar berbentuk meja dan dimainkan dengan cara ditekan.
Alat Musik Pukul/Perkusi
  • Angklung: alat musik terdiri dari barisan batangan bambu dan dibunyikan dengan cara digoyang sehingga batangan bambu bergesekkan dengan yang lainnya dan mengakibatkan bunyi.
  • Arumba: kumpulan alat musik terbuat dari bambu.
  • Calung: alat musik yang terdiri dari barisan batangan bambu dan dibunyikan dengan cara dipukul.
  • Drum set: alat musik pukul terdiri dari tiga macam perangkat yaitu drum, simbal, dan perangkat keras.
  • Gendang: alat musik pukul dalam kelompok genderang terbuat dari kulit hewan diulurkan pada penggalan tabung kayu yang terbuka.
  • Gong: alat musik pukul yang terbuat dari logam dan berukuran besar.
  • Ketipung: alat musik yang menyerupai dengan gendang tapi dengan ukuran yang lebih kecil.
  • Kulintang: alat musik yang terdiri dari rentetan gong kecil diletakkan secara mendatar.
  • Rebana: alat musik pukul berbentuk lingkaran dan pipih terbuat dari kayu dan kulit kambing.
  • Simbal: alat musik pukul yang berbentuk piringan logam.
  • Tamborin: alat musik tabuh sekaligus dimainkan dengan cara digoyangkan biar menghasilkan bunyi gemerincing.
  • Triangle: alat musik pukul berbahan logam dan berbentuk segitiga.
  • Vibrafon: alat musik yang dimainkan dengan cara memukul batangan-batangan alumunium yang terjajar diatas meja vibrafon.
  • Xilofon: seperti vibrafon tapi objek yang dipukul ialah batangan-batangan kayu.
Itulah beberapa istilah-istilah dalam dunia musik. Tapi masih ada banyak sekali istilah yang belum sanggup dicantumkan alasannya saking banyaknya kosa kata sekaligus sifat bahasa yang selalu berkembang. Jika anda mempunyai kosa kata terkait istilah-istilah dalam dunia musik, anda sanggup ikut berkontribusi dengan menuliskannya di komentar, maka kami akan memasukkan anda atas kredit kontributor. Terimakasih banyak!

Artikel Menarik Lainnya :

Jika Sobat merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Sobat dapat membantu perkembangan blog ini berupa donasi via Paypal yang nantinya dapat digunakan untuk memperpanjang domain www.b38.web.id - Terima kasih.
Buka Komentar