Pengertian Distro Linux

Pengertian Distro Linux
Pengertian Distro Linux
Pengertian Distro Linux - sahabat b38 blog sebelum kita belajar tentang sistem operasi linux sebaiknya anda pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan distro linux ini, banyak yang ingin mempelajari tentang sistem operasi Linux ini, tapi sering dibingungkan dengan yang namanya Distro Linux ini, berikut akan saya jelaskan pengertian distro Linux.

pengertian distro linux

Pengertian Distro Linux

Distro Linux atau bisa juga disebut distribusi Linux (eng : Linux Distribution) adalah sebuah sistem operasi  yang terdiri dari berbagai koleksi software, yang juga berbasis pada atau menggunakan kernel Linux, serta seringkali disertai dengan sistem manajemen paket (packet management system). Ya, distro Linux adalah sebuah sistem operasi berbasi Linux. Kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat adalah bahwa mereka mengira Linux itulah yang merupakan sistem operasi. Padahal sejatinya Linux hanyalah sebuah kernel atau sebuah inti dari sistem operasi. Ketika kernel Linux tersebut dikemas dengan berbagai macam software, seperti perangkat office, web browser, desktop environment, dll. maka jadilah sebuah sistem operasi berbasis Linux atau bisa juga kita sebut distro Linux. 


Macam Distro Linux

Distro Linux sendiri banyak sekali macamnya, seperti Debian, Ubuntu, OpenSuse, Fedora, ArchLinux, RedHat, dll. Dari beberapa distro Linux itu sendiri terdapat beberapa yang bersifat free seperti Ubuntu, Debian, Fedora, OpenSuse, dll. Selain itu ada juga distro Linux yang bersifat  komersial untuk penggunaan enterprise  sepertil RedHat, dan Suse Linux Enterprise (SLE).

Dari sebuah distro Linux dapat muncul atau dibuat sebuah distro Linux lain yang baru. Hal ini dimungkinkan karena sifat distro Linux yang open source sehingga source code dari distro Linux tertentu dapat diakses dan  dibuat sebuah distro turunan-nya yang baru . Contohnya adalah seperti Debian yang menurunkan Ubuntu, lalu dari Ubuntu dibuat distro Linux turunan lainnya seperti LinuxMint, elementaryOS, dll.

Dari faktor tersebut juga membuat saat ini terdapat ratusan atau bahkan ribuan distro Linux yang ada. Diantara begitu banyak distro Linux tersebut diciptakan dengan mengambil fokus pada keperluan atau penggunaan yang berbeda-beda. Beberapa diciptakan untuk fokus pada penggunaan dekstop, beberapa lainnya pada penggunaan server, penetration testing, multimedia, dsb. Bahkan Android sendiri merupakan salah satu distro Linux yang fokus kepada penggunaan perangkat mobile atau smartphone, karena pada dasarnya juga menggunakan kernel Linux sebagai intinya.

Banyaknya distro Linux yang beredar saat ini ibaratkan pedang bermata dua bagi dunia Linux. Di satu sisi menjadikan dunia Linux lebih berwarna dan bervariasi, serta memberikan berbagai alternatif sehingga pengguna Linux dapat memilih sistem operasi atau distro yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun, di sisi lain hal ini juga mengakibatkan kebingungan bagi para pemula yang baru saja akan terjun ke dunia Linux. Hal ini terkadang menimbulkan sebuah pertanyaan mendasar, “Begitu banyak pilihan distro Linux, manakah yang seharusnya saya pilih?”.

Jika anda bertanya distro manakah yang harus anda pilih, maka jawabannya adalah terserah pada anda. Karena pada dasarnya setiap distro Linux memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, beberapa orang mungkin menyukai distro tertentu, beberapa yang mungkin juga tidak menyukainnya. Semua itu tergantung pada kebutuhan dan juga selera anda. Jika anda merupakan pengguna desktop mungkin anda bisa mempertimbangkan Ubuntu atau LinuxMint yang cocok untuk pemula, atau juga anda bisa memilih yang lain seperti Fedora atau OpenSuse. Jika anda menginginkan sebuah sistem yang stabil untuk server ataupun desktop anda bisa mencoba Debian atau CentOS. Anda dapat mencari referensi mengenai berbagai distro Linux di distrowatch.com. Sekali lagi, semua tergantung pada selera dan kebutuhan anda.

Cara Mendapatkan Distro Linux

Distro linux ada yang gratis dan berbayar. Jika ingin mendapatkan dan menggunakan distro linux, anda dapat mengunduh atau mendownloadnya dari situs distributor bersangkutan atau dapat membelinya dari penjual lokal.

1. Menginstall CD

Distro Linux yang sudah di download jika akan dipergunakan harus diinstall terlebih dahulu. Penginstallan distro CD ini memiliki kelebihan yang lebih banyak lagi dibanding Live CD.
Akan tetapi lebih cocok jika digunakan oleh orang yang sudah benar benar paham mengenai distro tersebut. Jika sudah memahami distro tersebut, maka akan mudah mengoperasikannya dalam komputer.

2. Menggunakannya dalam Bentuk Live CD

Distro Live CD ini memiliki fungsi yang sama dan tidak kalah bermanfaatnya dengan distro terinstall. Dengan menggunakan Live CD, Sistem Operasi lama di komputer tidak akan hilang. Live CD ini juga sering dipergunakan untuk Demo Linux, metode pembelajaran ataupun rescue CD.
Linux Live CD hanya memiliki tempat di RAM sehingga ketika komputer di restart, semua isi RAM akan dikosongkan. Hal ini menyebabkan Linux Live CD harus diinstalasi ulang agar semua perangkat hardware yang dimiliki penggunaapat terdeteksi komputer dengan baik .
Kelemahan lain dari Linux Live CD juga terdapat di dalam kinerjanya yang tidak bisa maksimal. Mengapa tidak bisa maksimal ? Hal ini dikarenakan kecepatan komputer dalam mengakses CD-ROM lebih lambat dibanding kecepatan untuk mengakses sebuah harddisk.

Tujuan Distro Linux

Tujuan pembuatan distro dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Komersial
Di dalam distro ini, diperlukan pembayaran secara khusus agar kita dapat menggunakan distro tersebut.

2. Non Komersial
Distro pribadi yang dikembangkan secara individu atau organisasi yang kemudian bebas digunakan secara gratis ( tidak membayar ).

Sekian penjelasan tentang pengertian distro Linux ini semoga bermanfaat, terima kasih.

Artikel Menarik Lainnya :

Jika Sobat merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Sobat dapat membantu perkembangan blog ini berupa donasi via Paypal yang nantinya dapat digunakan untuk memperpanjang domain www.b38.web.id - Terima kasih.
Buka Komentar