Batas Mandi Junub Yang Baik Saat Puasa Menurut Kesehatan

Batas Mandi Junub Yang Baik Saat Puasa Menurut Kesehatan
Batas Mandi Junub Yang Baik Saat Puasa Menurut Kesehatan
Kapan Batas Mandi Besar Yang Baik Saat Puasa?
Kapan Batas Mandi Junub Yang Baik Saat Puasa? - mungkin sobat pernah bertanya apakah boleh makan sahur tapi belum mandi besar?, apakah sah puasa seseorang jika belum mandi besar?, kemudian kapan sih waktu yang baik untuk mandi besar apakah sebelum waktu imsak atau sebelum adzan subuh?, apa benar jika lewat dari waktu imsak kita belum mandi besar maka puasa seseorang tersebut tidak sah dan batal?, dan bagaimana efek kesehatan jika mandi setelah makan?, berikut ulasannya,

Beberapa pertanyaan diatas mungkin pernah ada di benak sobat, begitu juga penulis pernah memiliki pertanyaan yang sama, yaitu kapan sih batas mandi junub yang benar?

Pada kesempatan kali ini penulis akan sedikit berbagi pengalaman kepada sobat pembaca dimanapun Anda berada tentunya melalui tulisan ini, dan saya tulis di blog ini agar siapa tau ada yang menemukan dan dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan,

Batas akhir mandi junub saat puasa:

Dibawah ini adalah ulasan dari pertanyaan kapan sih batas mandi junub yang baik saat puasa itu?, dan efeknya untuk kesehatan. Sebelum dapat menjawab pertanyaan ini, ada baiknya sobat baca terlebih dahulu apa saja syarat sah dan rukun puasa serta apa saja yang dapat membatalkan puasa:

Syarat wajib puasa:
  • Islam
  • Baligh sudah dewasa
  • Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dalam artian tidak dalam keadaan sakit atau gila
  • Tidak dalam keadaan bepergian atau bersafar, dalam artian menetap
  • Tidak dalam keadaan haid dan nifas

Diatas adalah syarat wajib untuk berpuasa bukan syarat sahnya berpuasa ya sob, jadi apabila syarat diatas tidak dipenuhi maka puasa orang tersebut tidak wajib atau gugur dan diwajibkan untuk mengqodho' (mengganti puasa yang di tinggalkan),

Syarat sah puasa:
  • Suci dari haid dan nifas
  • Niat

Diatas adalah 2 syarat sah dari puasa, dimana jika keduanya tidak dipenuhi maka puasa seseorang tersebut tidaklah sah, kenapa harus berniat?, karena dengan berniat, gunanya adalah untuk membedakan dengan aktifitas menahan lapar lainnya seperti diet atau sakit.

Baca juga : Amalan utama dalam bulan Ramadhan yang dianjurkan sesuai sunnah

Rukun puasa :
Menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari,

Hal yang dapat membatalkan puasa :
  • Muntah yang disengaja,
  • Makan dan minum disengaja
  • Istimna'
  • Masuknya benda kedalam tubuh melalui lubang,
  • Jima'
  • Haid dan nifas,
  • Orang yang murtad

Jika sobat telah membaca syarat wajib puasa, syarat sah puasa dan rukun puasa diatas dengan baik dan teliti, dapat ditarik kesimpulan yaitu bahwa orang yang akan melaksanakan puasa itu tidak mensyaratkan seseorang haruslah suci dari hadats besar,

Jadi jika ada seseorang yang sedang dalam keadaan hadast besar dan belum bersuci kemudian berniat untuk melakukan puasa kemudian dia makan sahur, maka puasanya tetaplah sah (boleh dilakukan) dan tidak menyebabkan puasanya menjadi batal,

Dan yang paling penting adalah segera mandi besar untuk menghilangkan hadats besar tersebut, dikarenakan kita harus melaksanakan sholat subuh, dan syarat sahnya sholat adalah suci dari hadats besar dan hadast kecil,

Jika sobat masih timbul pertanyaan serta ragu dengan pernyataan yang tersebut diatas, dapat diibaratkan seperti halnya seseorang yang berpuasa kemudian tidur, lalu dia mimpi basah pada waktu siang hari di bulan Ramadhan, maka puasanya tetap tidak batal meskipun tidak langsung mandi saat itu juga, akan tetapi tetaplah mandi wajib ketika akan melakukan sholat,

Lalu bagaimana efek bagi kesehatan jika mandi setelah makan?

Mungkin sobat pembaca pernah membaca jika langsung mandi setelah makan dapat berbahaya bagi tubuh dan kesehatan, apakah benar seperti itu?

Dilansir dari liputan6.com, bahwa langsung mandi setelah makan akan menyebabkan vasodilatasi atau yang disebut dengan pembesaran pembuluh darah, yang dapat mempengaruhi aliran darah pada tubuh,

Ketika kita mandi, suhu tubuh akan meningkat secara signifikan, yang dapat membuat efek kejut pada tubuh, sehingga kita merasa lebih segar,

Sedangkan kondisi tubuh ketika setelah makan adalah, darah akan mengalir lebih cepat, karena mengalirkan zat-zat yang terkandung pada makanan, oleh karena itu suhu tubuh terasa lebih hangat dari biasanya,

Dan dilansir dari Cure Joy, Minggu (11/6/2017) menurut Janardhana Hebbar, dokter asal India, menjelaskan jika terdapat aliran darah yang banyak ditubuh, kemudian langsung mandi, dapat menyebabkan aliran darah ke otak menjadi terhambat dan dapat menyebabkan pingsan, 

"Jadi, sebaiknya jangan langsung mandi setelah makan. Tunggu setidaknya satu jam atau setengah jam setelah Anda makan," kata Dr Hebbar.

Selain itu perut kenyang atau sesudah makan, dapat merusak pencernaan, itu disebabkan karena berkurangnya aliran darah pada saluran pencernaan, yang diakibatkan turunnya suhu secara mendadak,

Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus, maka pencernaan akan terganggu dan melemahnya kinerja lambung serta dapat mengganggu sistem pencernaan lainnya, untuk itulah berikan kesempatan atau jeda bagi tubuh setidaknya setengah jam atau satu jam untuk dapat mencerna makanan dengan baik,

Demikianlah berbagi pengalaman tentang kapan batas mandi junub yang baik saat bulan puasa ini, apabila ada kekurangan mohon maaf, dan jika dirasa bermanfaat silahkan bagikan artikel ini, cukup sekian dan terima kasih sudah mampir di blog ini.

Artikel Menarik Lainnya :

Jika Sobat merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Sobat dapat membantu perkembangan blog ini berupa donasi via Paypal yang nantinya dapat digunakan untuk memperpanjang domain www.b38.web.id - Terima kasih.
Buka Komentar