Pengalaman Ribetnya Berjualan Di Lazada

Pengalaman Ribetnya Berjualan Di Lazada
Pengalaman Ribetnya Berjualan Di Lazada
Pengalaman Ribetnya Berjualan Di Lazada
Pengalaman Ribetnya Berjualan Di Lazada - jika sobat menemukan tulisan ini, selamat berarti sobat memiliki nasib yang sama seperti penulis, kenapa?, karena saya yakin sobat pembaca pasti mencari informasi tentang pengalaman menjadi seller dan berjualan di Lazada, tulisan ini bisa jadi tidak berada pada halaman pertama di google, karena memang selama ini penulis hanya menulis saja dan tidak mengerti ilmu SEO (teknik menulis agar tulisan ini berada pada halaman pertama di google),

Pada kesempatan kali ini, penulis hanya ingin mewujudkan uneg-uneg yang ada dipikiran dan dihati yang membuat penulis tidak nyaman sekaligus ingin berbagi pengalaman pribadi, yaitu tentang bagaimana pengalaman selama ini berjualan di salah satu marketplace ecommerce terbesar di Asia Tenggara, yaitu Lazada,

Jika sobat melihat daftar isi dalam blog ini, mungkin sobat jarang menemukan pembahasan atau tutorial tentang Lazada, karena memang penulis jarang membahasnya, entah kenapa?, padahal ada beberapa sobat pembaca blog ini yang terkadang bertanya apakah pernah berjualan di Lazada?

Tentu saja penulis menjawab ya, karena memang nyatanya penulis juga memiliki toko online di Lazada, tapi bisa dibilang penulis baru sekitar 5 bulan yang lalu mulai bergabung dan berjualan di Lazada (sejak tulisan ini dibuat),

Siapa sih yang tidak tahu atau paling tidak mendengar nama Lazada?, penulis yakin hampir semua orang yang pengguna internet sering mendengarnya atau bahkan sering berbelanja di Lazada ini,

Diluncurkan dan hadir di beberapa negara Asia Tenggara pada tahun 2012 yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam, menjadi pelopor situs ecommerce di Asia, melalui platform marketplace yang memiliki berbagai fasilitas pelayanan yang lengkap dan unik,

Maka tidak heran Lazada ini menjadi terbesar dan bahkan menjadi terbaik di Asia Tenggara, namun pada tulisan pertama tentang Lazada ini, penulis sebagai penjual atau seller di Lazada ini tidak merasakan semua kelebihan yang dimiliki Lazada ini, lho kok bisa??, sobat dapat menemukan jawabannya pada tulisan dibawah ini:

Pengalaman berjualan di Lazada

Sebelum sobat membaca lebih jauh tulisan ini, perlu diketahui bahwa ini adalah murni pengalaman pribadi penulis selama menjadi seller atau berjualan di Lazada, bukan sebagai pembeli atau customer di Lazada, jadi mohon dibaca artikel ini baik-baik agar tidak menjadi salah paham,

Tulisan ini adalah pendapat pribadi, pasti ada sobat pembaca yang memiliki pemikiran dan pengalaman tidak sama dengan yang dirasakan penulis, jadi penulis mengharap saran dan kritik melalui kolom komentar dibawah agar kita saling berbagi,

Karena disini, penulis masih dalam tahap belajar belum lama menjadi penjual di Lazada, jadi pasti terdapat banyak kekurangan pada tulisan ini, jadi mohon maaf sebelumnya,

Baik, agar tulisan ini tidak terlalu panjang penulis akan membagikan pengalaman menjadi penjual di Lazada mulai dari proses mendaftar, pengalaman menggunakan aplikasi Lazada, pengalaman menjual barang, pengiriman barang hingga proses pencairan saldo (payout) ke rekening penulis,

Dan pada tulisan ini, sengaja penulis tidak akan membahas tentang beberapa tutorial aktivitas seperti cara menambah barang (upload barang) di Lazada, memasukkan resi, menghapus barang, dan lain sebagainya, karena pasti tulisan ini akan menjadi sangat panjang dan membosankan,

Baca juga: Pengalaman menggunakan aplikasi Bukalapak

Proses mendaftar seller di Lazada
Pada awal mendaftar untuk menjadi seller di Lazada, bisa dibilang agak ribet juga, selain mengisi data-data yang diperlukan, karena disini sobat masih akan di revisi alias tidak langsung bisa diterima menjadi seller, jadi harus menunggu verifikasi admin Lazada menerima sobat menjadi sellernya,

Dulu Lazada memiliki aturan yang sangat ketat dan cukup membuat penulis merasa terbebani, apakah itu?, yaitu Lazada memiliki sistem penalty, penalty yang seperti apa, penalty ini dikenakan kepada penjual yang tidak mengirim barangnya 1x24 jam, maka penjual akan didenda sebesar Rp.100.000, walaupun itu hari libur tetap dihitung ya sob (gila bukan??)

Dapat kita simpulkan bahwa disini, menjadi penjual di Lazada yang diuntungkan bukan si penjual, malah si pembeli, kenapa?, ya taunya pembeli hanya barang yang dia beli cepat di proses, cepat dikirim dan sesuai pesanan,

Nah kita sebagai seller??, pembeli mana pernah mikir sih, kalau penjual itu waktunya bukan hanya dihabisin untuk berjualan online saja?, pastinya tidak seharian harus online terus di Lazada, apalagi penjual yang juga memiliki aktivitas lain selain di online, memang sih untuk menjaga reputasi Lazada memberikan yang terbaik untuk customernya, tapi disini kita sebagai seller merasa tidak ADIL,

Belum mikir untung, sudah buntung dulu, apalagi harga barang yang kita jual dibawah Rp.100.000, pastinya kita memiliki hutang atau tanggungan di Lazada, bahkan penulis pernah menemukan tulisan di google yang menceritakan seller yang hingga kena sampai 1juta untuk penaltynya, hmm....,

Karena niat yang cukup kuat, akhirnya penulis masih tetap ingin mencoba berjualan di Lazada ini, yah walaupun barang yang dijual kecil namun apa salahnya mencoba, Alhamdulillah selama berjualan di Lazada ini tidak pernah mendapat penalty,

Dan kabar baiknya sekarang Lazada sudah menghapus sistem PENALTY nya, jadi penulis sebagai penjual sedikit merasa tenang, karena merasa tidak dikejar-kejar waktu, ketika mendapat pesanan atau orderan di Lazada ini,

Baca juga: Pengalaman menggunakan aplikasi Tokopedia

Pengaturan toko di Lazada
Perlu diketahui untuk pengaturan toko di Lazada, sekali lagi penulis bilang RIBET, kenapa?, ya karena di Lazada sobat tidak bisa merubah asal pengiriman dari tempat asal sobat, jadi semua ongkir dihitung dari Jakarta,

Oleh sebab itu, kenapa Lazada menyuruh sellernya untuk menaikkan harga barang minimal sebesar Rp.7000 (disini sobat bisa menambahkan lebih dari jumlah minimal, jadi terserah mau berapa saja), karena Lazada hanya mensubsidi ongkir sebesar Rp.8000 saja,

Oleh sebab itu, jika sobat berasal dari luar Jakarta lebih baik jangan berjualan di Lazada, karena harga barang akan lebih mahal jatuhnya, dan jika sobat ingin membeli barang di Lazada, carilah toko yang benar-benar beralamat di Jakarta, karena dijamin murah dan free ongkir,

Dan jika sobat ingin berjualan di Lazada ini, minimal sobat harus memiliki Laptop dan printer, lah terus kalau cuma HP saja apa tidak bisa??, jawabannya tetap bisa, tapi sobat pasti akan merasakan betapa RIBETNYA berjualan di Lazada jika hanya menggunakan HP saja,


Menambah barang di Lazada
Sekarang kita beralih kepada proses mengupload atau menambah barang yang akan kita jual di Lazada, nah yang ini sobat juga harus mengetahuinya juga ya, di Lazada penulis bilang untuk proses menambah barang adalah ribet juga,

Apa bener ribet??, saya gak kok, saya biasa-biasa aja kok, gampang banget kok. Oke jadi begini ya sob, mungkin ada beberapa sobat yang bisa berkata seperti itu, tapi baik kita berbicara sederhana saja, kenapa penulis bilang ribet?, ya karena terlalu banyak menu yang tidak begitu berguna yang harus kita isikan untuk dibuat menjadi keterangan di produk yang kita jual, apa itu?, penulis tidak akan menjelaskan secara detail disini, silahkan dicoba saja dan bandingkan, itu saja, heheh.....

Tapi ada yang kelebihan pada proses mengupload barang di Lazada ini, apakah itu?, jika sobat memiliki toko di situs ecommerce lainnya seperti Tokopedia, Bukalapak dan lain sebagainya, keuntungannya adalah Lazada bisa langsung otomatis mengupdate dari situs tersebut,

Jadi intinya kita tidak perlu mengupdate satu persatu barang yang kita jual, jika kita sudah memiliki toko di situs ecommerce lain, namun tugas kita hanya merubah stok dan harga saja, enak kan kalau begini?

Memproses pesanan di Lazada
Proses upload barang sudah, sekarang adalah proses ketika ada orderan atau pesanan, apakah juga ribet?, jawabannya adalah tetap sama yaitu RIBET, nah ribetnya dimana nih min?, sabar sob, disini penulis tidak akan menjelaskan secara detail tentang ribetnya yah, jadi intinya begini sob,

Ketika ada order masuk, sobat harus mencetak transaksi barang yang dibeli tersebut, dicetak gimana nih?, jadi gini sob, setiap ada order masuk pasti ada bukti transaksi, seperti nomor pesanan, kode barang, nama barang dan lain sebagainya, yang nantinya diproses oleh Lazada dan diberikan nomor barcode transaksi tersebut, (jika sobat pernah membeli barang dari Lazada terkadang penjual menyelipkan nota atau bukti pembelian dari toko tersebut didalamnya),

Nah kenapa harus dicetak?, disini pihak Lazada meminta kepada seller untuk mencetaknya karena untuk proses retur barang, jadi jika pembeli merasa barang yang dibeli tidak sesuai, maka bukti nota ini yang harus diberikan kepada pihak Lazada untuk proses pengembalian barangnya, jadi paham ya sob, kita sebagai penjual paling tidak harus memiliki printer,

Apakah boleh tidak dicetak?, karena di tulisan ini penulis ingin berbagi pengalaman kepada sobat pembaca, jadi penulis tidak mencetaknya, kenapa?, ya karena tidak punya printer, maklum penulis cuma pedagang kecil, lah terus gimana tuh kalau ada pembeli yang mau retur barang?

Jadi gini sob, cukup sobat kirim pesan kepada pembeli ketika akan memproses barang yang akan dikirim, misal stok tidak ada lagi kosong, tawarkan penggantinya melalui chat, jika pembeli tetap tidak mau, silahkan sobat menyuruh pembeli untuk mengajukan pembatalan pesanan, karena jika penjual yang membatalkan, maka reputasi toko kita di Lazada menjadi negatif (sama seperti situs-situs ecommerce lainnya),

Baca juga: Pengalaman menggunakan aplikasi Shopee

Pencairan dana seller di Lazada
Nah sekarang kita sampai pada tahap proses pencairan saldo atau di Lazada namanya Payout, ini yang paling ditunggu-tunggu oleh para seller di manapun, terus bagaimana nih pendapat penulis?, oke penulis jawab ya, jawabannya adalah RIBET,

Lah kok ribet lagi sih???, oke akan penulis jawab ya, ini yang menurut penulis paling membuat jengkel di Lazada, kenapa?, karena sistem pencairan dana ke penjual dianggap terlalu ribet menurut penulis,

Dana atau saldo, tidak bisa langsung cair ya sob, jadi ketika ada pembeli yang membeli barang di toko sobat di Lazada, kemudian barang tersebut sampai kepada pembeli, dan pembeli memberi ulasan, dana tidak langsung masuk di akun Lazada kita,

Melainkan menunggu hari Kamis, baru dana bisa masuk ke rekening kita, wait-wait kok saya bingung bacanya?, ini gimana ya maksudnya?, kok ada hari Kamisnya segala?, oke akan dijelaskan lagi dibawah,

Jadi misal sobat mendapat orderan pada tanggal 1 Juli, hari Senin, kemudian sobat proses dan dikirim pada hari itu juga, dan sampai ke pembeli 2 hari kemudian yaitu pada tanggal 3 Juli Rabu, dan pembeli menerima barang dan memberi ulasan,

Disini total dana penjualan barang sobat tidak langsung masuk ke akun, melainkan menunggu hari Kamis depan yaitu pada tanggal 11 Juli minggu depan, karena setiap hari Kamis ini Lazada akan otomatis mentransfer dana ke rekening sobat,

Perlu diketahui, jika ada orderan lebih dari satu di hari yang sama, dari orang yang berbeda, otomatis waktu sampai ke tangan pembeli juga berbeda, maka waktu pencairan dari transaksi tersebut juga berbeda, Lazada menghitungnya dari status barang yang sudah Delivered,

Misal hari Senin tanggal 1 Juli ada 3 orderan, dan dikirim ke tempat yang berbeda-beda, ada yang sampai ke pembeli 2 hari, ada yang 3 hari dan ada yang 4 hari, maka di pencairan juga di hitung mundur,

Orderan pertama hari Rabu tanggal 4 sampai ke pembeli, maka Kamis tanggal 11 dana cair ke rekening, orderan kedua sampai hari Kamis tanggal 5 ke pembeli, maka cair seminggu kemudian yaitu hari Kamis tanggal 18 nya, begitu seterusnya, ribett kann...

Artinya sobat tidak bisa melakukan pencairan dana ke rekening menurut kemauan sobat, jadi uang kita banyak yang nyangkut di Lazada, ini sangat terasa jika kita sebagai penjual yang memiliki modal pas-pasan,

Itulah tadi keribetan-keribetan yang dirasakan selama berjualan di Lazada dan sepertinya cukup sampai disini saja tulisan ini, InsyaAllah pada lain kesempatan penulis akan kembali membagikan pengalaman berjualan di Lazada lainnya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi sobat pembaca, mohon maaf apabila ada kekurangan, dan terima kasih telah mampir di blog ini.

Artikel Menarik Lainnya :

Jika Sobat merasa bahwa artikel-artikel di blog ini bermanfaat, Sobat dapat membantu perkembangan blog ini berupa donasi via Paypal yang nantinya dapat digunakan untuk memperpanjang domain www.b38.web.id - Terima kasih.
Buka Komentar